Jakarta, – Kanker testis adalah penyakit yang menyerang bagian organ vital pria atau buah zakar. Penyakit ini termasuk jenis kanker langka yang paling sering terjadi pada pria usia 15-49 tahun.

Testis adalah organ seks pria yang berfungsi untuk produksi sperma dan hormon testosteron yang berpengaruh pada pertumbuhan dan fungsi organ genital pria.

“Kanker testis adalah kanker yang mengenai testis yang merupakan organ penghasil sel sperma pada laki-laki. Jika ini tidak ditangani dengan baik akan berakibat kematian,” kata Urologic Oncology Consultant Eka Hospital BSD Dr. Syamsu Hudaya, Sp.U (K) seperti dikutip video Youtube Eka Hospital BSD, Selasa (9/7/2024).

Belum diketahui pasti penyebab dari kondisi ini. Kanker testis terjadi ketika sel-sel sehat dalam testis berubah, tumbuh, dan membelah secara teratur.

Kendati demikian, ada beberapa faktor risiko yang dapat dikenali seperti riwayat keluarga, pernah mengalami penyakit yang sama sebelumnya, mengalami cryptorchidism (testis tidak turun pada kantung kemaluan). Kondisi tersebut diketahui meningkatkan risiko terjadinya penyakit kanker testis sampai 5-6 kali dari orang normal.

Kanker testis masih bisa memiliki keturunan
Pengobatan kanker testis umumnya melakukan operasi pengangkatan testis. Itu artinya testis yang tersisa hanya satu. Fungsi pengangkatan dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa pada jaringan yang tak dokter angkat.

“Kanker testis umumnya bisa terjadi hanya pada satu testis. Meskipun testis satunya diangkat orang tersebut tidak perlu khawatir sebab mereka tetap dapat memiliki keturunan dan hanya berkurang sekitar 20 persen,” paparnya.

Gejala awal kanker testis
Kanker testis ditandai dengan pertumbuhan benjolan yang terasa tidak nyeri di salah satu testis. Benjolan tersebut bisa tidak disadari tapi semakin lama semakin membesar.

Pencegahan Kanker Testis
Kanker testis tidak dapat dicegah, tetapi Anda bisa mendeteksinya sejak dini dengan melakukan pemeriksaan mandiri pada testis. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan paling tidak satu kali dalam satu bulan.

Bila kanker testis terdeteksi maka lakukan pemeriksaan lebih awal. Penyebaran sel-sel kanker dapat dicegah. Selain itu, peluang untuk sembuh juga lebih besar.
Penting untuk diingat, penderita kanker testis yang telah sembuh total tetap berisiko mengalami kekambuhan. Kanker testis biasanya kambuh 2-3 tahun setelah pengobatan selesai.

“Bagi pria bisa melakukan skrining dengan meraba sendiri testisnya. Apabila merasakan benjolan maka sebaiknya melakukan pemeriksaan diri,” ungkapnya.




Next Article



Heboh Kanker Sarkoma, Begini 6 Ciri-Cirinya



By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *